Krisis pangan di Indonesia: mengapa ketidakamanan masih terjadi? Pertanyaan ini mungkin terus menghantui kita semua, mengingat Indonesia merupakan negara agraris yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyatnya. Namun, kenyataannya adalah ketidakamanan pangan masih menjadi masalah yang sering muncul di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020, sebanyak 8,8 juta penduduk Indonesia mengalami ketidakamanan pangan. Angka ini memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap saja merupakan hal yang patut dikhawatirkan. Salah satu faktor yang menyebabkan ketidakamanan pangan masih terjadi di Indonesia adalah adanya ketimpangan distribusi pangan.
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, “Masih banyak daerah di Indonesia yang mengalami kesulitan dalam mendistribusikan pangan secara merata. Hal ini membuat beberapa daerah mengalami kelangkaan pangan, sementara daerah lain justru mengalami surplus.”
Selain itu, faktor lain yang turut berperan dalam krisis pangan di Indonesia adalah perubahan iklim yang semakin ekstrem. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, “Perubahan iklim seperti cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan dapat mengganggu produksi pangan dan menyebabkan ketidakamanan pangan.”
Untuk mengatasi krisis pangan di Indonesia, diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Direktur Eksekutif World Food Programme (WFP), David Beasley, mengatakan, “Diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan produksi pangan, memperbaiki sistem distribusi pangan, dan meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat.”
Dengan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan, diharapkan Indonesia dapat mengatasi krisis pangan yang masih terjadi dan memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang berkualitas. Semoga dengan upaya bersama, kita dapat mengakhiri ketidakamanan pangan di Indonesia dan memastikan bahwa setiap orang mendapatkan pangan yang cukup dan bergizi.