Pentingnya ketahanan petani di Indonesia tidak bisa dipungkiri. Ketahanan petani merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan di tanah air. Tanpa petani yang tangguh, ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia akan terancam.
Menurut Dr. Ir. Teguh Wahyono, M.Agr., seorang pakar pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), ketahanan petani adalah kunci utama dalam mencapai keberlanjutan pertanian di Indonesia. “Ketahanan petani tidak hanya berarti kemampuan petani untuk bertahan dalam menghadapi tantangan eksternal, tetapi juga kemampuan petani dalam mengelola sumber daya alam dengan bijaksana,” ujar beliau.
Namun, sayangnya kondisi ketahanan petani di Indonesia masih terus mengkhawatirkan. Banyak petani yang masih menghadapi berbagai masalah, mulai dari akses terhadap teknologi pertanian yang memadai hingga kurangnya pemahaman akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Dr. Ir. Siti Nuramalia, seorang ahli pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menekankan pentingnya peran pemerintah dalam meningkatkan ketahanan petani di Indonesia. “Pemerintah perlu memberikan dukungan yang lebih besar terhadap petani, baik dalam hal penyediaan teknologi pertanian maupun pendampingan dalam pengelolaan sumber daya alam,” ungkap beliau.
Untuk itu, perlu adanya upaya bersama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat luas untuk meningkatkan ketahanan petani di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan produksi pangan di tanah air dapat terjaga dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam rangka meningkatkan ketahanan petani di Indonesia, pemerintah juga perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah untuk mencapai kedaulatan pangan di tanah air. Dengan demikian, diharapkan petani Indonesia dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.