Saat ini, peran perempuan dalam ketahanan pangan semakin diakui pentingnya. Hal ini tercermin dari adanya upaya pemberdayaan perempuan pangan di Indonesia. Mengangkat peran perempuan dalam ketahanan pangan menjadi fokus utama untuk memastikan keberlanjutan sistem pangan di negara ini.
Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, “Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan di Indonesia. Mereka tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan pengelola sumber daya pangan.” Pemberdayaan perempuan pangan menjadi kunci untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perempuan di pedesaan dalam hal pertanian dan pengolahan pangan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perempuan dalam mengelola sumber daya pangan secara berkelanjutan.
Menurut Direktur Eksekutif Perempuan Petani Indonesia, Rina Suprihatin, “Pemberdayaan perempuan pangan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.” Dengan memberdayakan perempuan, potensi dalam sektor pertanian dan pangan dapat dioptimalkan.
Namun, tantangan dalam mengangkat peran perempuan dalam ketahanan pangan masih terus ada. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan pangan di Indonesia. Sehingga, tujuan untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan dapat tercapai.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam ketahanan pangan, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan sektor pertanian dan pangan di Indonesia. Pemberdayaan perempuan pangan harus terus ditingkatkan agar potensi yang dimiliki perempuan dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.